Langsung ke konten utama

Makhluk Blitz

Hai makhluk indah!
Apakah kau tahu?
Dirimu itu bagai blitz
Yang mengejutkan tapi dinanti
Yang mengganggu tapi dibutuhkan

Kau melintas dihadapanku senja tadi

Dengan senyum manis yang selalu hadir
Membawa semburan cahaya pelangi
Menyinari raga dan jiwaku yang sepi

Oh sungguh mengejutkan!

Aku terpesona seketika
Hingga bola mata ini memperkuat kerjanya
Untuk terus menatapmu dari sini ke sana

Kuteliti segala gerak-gerikmu

Mencari tahu siapa tahu ada yang harus kutahu
Hingga akhirnya mata ini tak ingin berpaling
Karena keindahanmu terus memanggil

Bukan! Ini bukan keinginanku

Ini adalah jalan yang diberikan Tuhan
Yang tiba-tiba datang menghampiri
Yang alur ceritanya harus kuikuti
Memandangimu dari sini dan tak bisa pergi
Berharap suatu saat dapat kumiliki
Agar cerita cinta, duka dan cita dapat dibagi
Denganmu, makhluk indah bagai blitz..


www.123rf.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi dan Elemen Jurnalistik pada Film "State of Play"

        Film yang bertemakan politik ini disutradarai oleh Kevin Macdonald. State of Play bercerita tentang penyelidikan beberapa orang jurnalis atas terjadinya pembunuhan seorang wanita bernama Sonia Baker yang ternyata merupakan selingkuhan dari salah satu anggota Kongres.             State of Play diawali dengan adegan penembakan seorang perampok oleh seorang pria yang memegang sebuah koper. Sang penembak juga menembak seorang pengantar pizza, yang tak sengaja menyaksikan kejadian tersebut.  Penembakan itu membuat pengantar pizza koma dan harus dirawat di rumah sakit. Keesokan paginya, di sebuah jalur kereta api ditemukan seorang wanita tewas dan diduga sebagai sebuah usaha bunuh diri.             Wanita tersebut adalah Sonia Baker, seorang pegawai dari anggota Kongres Pennsylvania, Stephen Collins. Pada saat konferensi pers mengenai kematian ...

1234567

Aku menangis sambil berlari Jauh, tanpa arah ... Langkahku terhenti Mataku mengerucut menatap deretan manusia dengan kemeja berlainan warna Siapa mereka? Air mataku terus mengalir, tubuhku gemetar Tanpa pikir panjang, aku memeluk punggung seseorang Aku lelah, kali ini aku begitu lemah Aku menangis sesegukan Aku memeluknya erat Kubiarkan kemeja itu kusut Kubiarkan punggungnya basah Aku mendekapnya lama Hingga kurasa aku semakin tenang Hingga aku tahu air mataku semakin berkurang Aku pergi Aku berlari lagi Tanpa peduli untuk menengok ke arah tadi Tiap kali aku jatuh Tiap kali aku menangis Aku selalu mencarinya, ia yang berkemeja putih Tiap kali aku mendekap erat punggungnya Tiap itu pulalah aku merasa kuat kembali 1 2 3 4 5 6 Aku selalu mengulang hal yang sama Aku datang, pergi dan kembali Aku memeluknya dari belakang Aku menangis lagi Hingga saat yang ke 7 Kami tak pernah saling bertukar kata Kami tak pernah saling bertukar tatap Tiba-tiba ia leny...